Peraturan Unik dan Tak Tertulis Di Sepakbola Kampung Anak 90’an

Peraturan Unik dan Tak Tertulis Di Sepakbola Kampung

KAPALJUDILOUNGE – Sepakbola Kampung Dewasa ini sepakbola semakin banyak di minati bukan hanya oleh kalangan para kaum pria saja. Akan tetapi kaum wanita juga banyak yang menjadi pemain sepakbola di klub-klub sepakbola wanita. Di negara-negara maju banyak klub-klub sepakbola wanita bahkan pemain bisa mewakili negaranya untuk ikut Piala Dunia Sepakbola Wanita.

Tapi tidak demikian bagi kami yang lahir di era keemasan
Sepakbola Kampung 90’an, karena sepakbola hanya mungkin di mainkan oleh anak laki-laki. Berbeda dengan sepakbola sekarang dengan begitu banyak Sekolah Sepakbola (SSB). Bisa dengan mudah kita jumpai dengan pelatih-pelatih hebat dan juga kompetisi antar SSB. Bola Online

Sepakbola kampung itulah kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan kondisi sepakbola anak era 90’an. Kenapa disebut sepakbola kampung, karena pada waktu itu kami belum mengenal istilah Sekolah Sepak Bola (SSB). Seperti sekarang walaupun mungkin memang sudah ada SSB di kota-kota besar. Jangankan untuk membayar biaya SSB, untuk membeli bola karet ataupun sepatu bola rasanya merupakan barang yang mewah bagi kami.

Hanya bermodal bola plastik dan tanah lapang yang luas milik tetangga ataupun persawahan yang mengering di musim kemarau. Sudah cukup mengisi sore hari kami untuk bermain sepakbola. Tak hanya itu, sepakbola kampung anak era 90’an memiliki berbagai macam keunikan dan peraturan saat bertanding. Diantaranya seperti yang saya sebutkan di bawah ini: Bola Online

Hanya bermodal bola plastik dan tanah lapang yang luas milik tetangga ataupun persawahan yang mengering di musim kemarau. Sudah cukup mengisi sore hari kami untuk bermain sepakbola. Tak hanya itu, sepakbola kampung anak era 90’an memiliki berbagai macam keunikan dan peraturan saat bertanding. Diantaranya seperti yang saya sebutkan di bawah ini:

Peraturan Sepakbola Kampung

  1. Siapa saja yang memiliki bola sudah pasti bebas memilih teman bermain
  2. Lahan kosong = Lapangan bola
  3. Semua pemain adalah Wasit
  4. Yang berbadan tambun/ gendut yang jadi kiper
  5. Sepatu bola itu tidak wajib
  6. Gawang dari Sendal, Batu, Kayu, Kaos pemain dll
  7. Tidak ada Rasis, Kartu bahkan Jersey bola
  8. Tidak ada pelanggaran lain selain handball
  9. Tidak ada offside saat pertandingan berlangsung bahkan pemain boleh mengobrol dengan kiper lawan
  10. Saat bola ditendang jauh maka sang penendanglah yang mengambil bola tsb
  11. Penalty di berikan jika ada pelanggaran yang serius di depan gawang
  12. Semua pemain ingin menjadi kiper saat terjadi penalty
  13. Jika bola di tendang ke arah gawang tapi di atas kiper maka dinyatakan tidak gol alias goal kick
  14. Ketika kebobolan, kiper dan bek menjadi kambing hitam
  15. Tidak ada batas waktu bermain alias bebas. J1ika pemilik bola pulang maka selesailah pertandingan atau sampai terdengar suara adzan maghrib berkumandang
  16. Saat hujan turun, permainan akan menjadi sangat menarik dengan kondisi badan basah kuyub, bola berhenti karena genangan air. Serta lapangan menjadi licin bahkan berlumpur tidak akan menghentikan permainan sepakbola. Sampai bunyi petir menggelegar semua pemain akan tiarap kemudian kabur meninggalkan lapangan

Sayangnya di era milenial atau yang lebih di kenal dengan sebutan Kids Zaman Now. Keseruan bermain bola di tanah lapang seperti yang dulu sering dilakukan anak era 90’an. Sudah sangat sulit di temukan dan hilang di telan zaman. Anak-anak milenial lebih sering di sibukkan dengan Gadget mereka di banding bermain di luar rumah. Bola Online

Mungkin bagi sebagian besar anak era 90’an yang di sebut-sebut adalah masa keemasan anak-anak. Pada saat itu akan sangat merindukan keseruan sepakbola kampung Apalagi dengan munculnya serial Animasi sepakbola Jepang Tsubasa. Dan film serial komedi Shaolin Soccer semakin menambah gairah pertandingan sepakbola kampung dengan semua karakter dari tokoh-tokoh film tersebut. judi bola

Sebuah kenangan manis ataupun pahit akan memunculkan kesan nostalgia yang memorable bagi yang merasakannya. Semua kenangan indah era keemasan anak 90’an jelas akan terasa saat kita melihat berbagai macam permainan tradisional. Film-film kartun/animasi dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *